Tugas terstruktur
menurut louis de broglie bahwa elektron mempunyai sifat gelombang dan sekaligus juga partikel.jelaskan keterkaitannya dengan teori mekanika kuantum dan teori orbital molekul.
jawab :
Pada tahun 1913, NIELS BOHR menggunakan teori kuantum untuk menjelaskan spektrum unsur. Berdasarkan pengamatan, unsur-unsur dapat memancarkan spektrum garis dan tiap unsur mempunyai spektrum yang khas.
Menurut Bohr,Spektrum garis menunjukkan elektron dalam atom hanya dapat beredar pada lintasan-lintasan dengan tingkat energi tertentu. Pada lintasannya elektron dapat beredar tanpa pemancaran atau penyerapan energi. Oleh karena itu, energi elektron tidak berubah sehingga lintasannya tetap.
Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke lintasan lain disertai pemancaran atau penyerapan sejumlah energi yang harganya sama dengan selisih kedua tingkat energi tersebut.
ΔE = Ef – Ei
Keterangan:
ΔE = energi yang menyertai perpindahan elektron
Ef = tingkat energi akhir
Ei = tingkat energi awal
Namun teori Bohr ini memiliki kelemahan, yaitu:
Bohr hanya dapat menjelaskan spektrum gas hidrogen, tidak dapat menjelaskan spektrum dari unsur yang jumlah elektronnya lebih dari satu.
Tidak dapat menjelaskan adanya garis-garis halus pada spektrum gas hidrogen.
Kelemahan dari model atom Bohr dapat dijelaskan oleh LOUIS VICTOR DE BROGLIE pada tahun 1924 dengan teori dualisme partikel gelombang. Menurut de Broglie, pada kondisi tertentu, materi yang bergerak memiliki ciri-ciri gelombang.
h λ =m. ν
dimana :
λ = panjang gelombang (m)
m = massa partikel (kg)
ν = kecepatan (ms-1)
h = tetapan Planck (6,626.10-34 Js)
Hipotesis tersebut terbukti benar dengan ditemukannya sifat gelombang dari elektron. Elektron mempunyai sifat difraksi, maka lintasan elektron yang dikemukakan Bohr tidak dibenarkan. Gelombang tidak bergerak melalui suatu garis, melainkan menyebar pada daerah tertentu.
Pada tahun 1927, WERNER HEISENBERG mengemukakan bahwa posisi atau lokasi suatu elektron dalam atom tidak dapat ditentukan dengan pasti. Heisenberg berusaha menentukan sifat-sifat subatomik dan variabel yang digunakan untuk menentukan sifat atom. Sifat ini adalah kedudukan partikel (x) dan momentum (p).
Kesimpulan dari hipotesisnya adalah bahwa pengukuran subatomik selalu terdapat ketidakpastian dan dirumuskan sebagai hasil kali antara ketidakpastian kedudukan (Δx) dengan ketidak pastian momentum (Δp) dan dirumuskan sebagai berikut :
h
Δx. Δp = 2π
Kemungkinan (kebolehjadian) menemukan elektron pada suatu titik pada jarak tertentu dari intinya disebut sebagai Prinsip Ketidakpastian Heisenberg. Artinya gerakan lintasan elektron beserta kedudukannya tidak dapat diketahui dengan tepat.
MODEL ATOM MEKANIKA GELOMBANG
Hipotesis Louis de Broglie dan azas ketidakpastian dari Heisenberg merupakan dasar dari model Mekanika Kuantum (Gelombang) yang dikemukakan oleh ERWIN SCHRODINGER pada tahun1927, yang mengajukan konsep orbital untuk menyatakan kedudukan elektron dalam atom. Orbital menyatakan suatu daerah dimana elektron paling mungkin (peluang terbesar) untuk ditemukan.
Schrodinger sependapat dengan Heisenberg bahwa kedudukan elektron dalam atom tidak dapat ditentukan secara pasti, namun yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada suatu titik pada jarak tertentu dari intinya. Ruangan yang memiliki kebolehjadian terbesar ditemukannya elektron disebut Orbital.
Dalam mekanika kuantum, model orbital atom digambarkan menyerupai “awan”. Beberapa orbital bergabung membentuk kelompok yang disebut Subkulit.
Persamaan gelombang ( Ψ= psi) dari Erwin Schrodinger menghasilkan tiga bilangan gelombang (bilangan kuantum) untuk menyatakan kedudukan (tingkat energi, bentuk, serta orientasi) suatu orbital, yaitu: bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimut (l) dan bilangan kuantum magnetik (m).
2.BIla absorpsi sinar UV oleh ikatan rangkap menghasilkan promosi elektron ke orbital yang berenergi lebih tinggi . transaksi elektron manakah memerlukan energj terkecil bila sikloheksena berpindah ketingkat tereksitasi.
jawab :
Spektrum UV = spektrum elektronik
Spektrum UV dan daerah tampak (visible) untuk senyawa organik berhubungan dengan transisi elektronik pada tingkat-tingkat energi elektron tertentu. Transisi itu biasanya menyangkut transisi elektronik bebas dan orbital yang tidak terisi pada non bonding atau orbital anti bonding.
Transisi elektron beberapa senyawa adalah sebagai berikut :
E s*
p2*
p*
p1*
n
p2
p
p1
s
C-C C=C C=O C=C-C=
Keterangan :
Pada ikatan alkana, C-C transisi yang mungkin hannya promosi satu electron dari orbital sigma (s) ke orbital antibonding sigma bintang (s*) dengan energi yang tinggi. Transisi itu memerlukan energi yang tinggi oleh karena itu diperlukan panjang gelombang sinar yang pendek (sekitar 150 nm). Jenis transisinya disebut s à s*.
Pada alkena sederhana (-C=C-), sejumlah transisi dapat terjadi, tetapi yang punya energi yang rendah dan yang paling penting adalah transisi p ke p*, yang memberikan serapan sekitar 170-190 nm dlm alkena tak terkonjugasi. (π ke π* )
Pada keton alifatik jenuh (-C=O), transisi dengan tenaga yang paling rendah melibatkan electron non bonding pada oksigen, satu daripadanya dipromosikan ke orbital p* yang terletak relatif rendah. Namun demikian, transisi dari n ke p*, disebut “forbidden” atau termasuk larangan transisi, hal itu berhubungan dengan intensitas yang rendah.
Dua transisi yang lain yaitu dari n ke s* dan dari p ke s*. Keduanya memberikan serapan yang kuat, tetapi melibatkan energi yang tinggi. Intensitas serapan yang paling nyata untuk senyawa keton ini adalah transisi electron p ke p*.
Pada diena terkonjugasi (-C=C-C=C-), orbital p dari alkena terkonjugasi membentuk orbital baru, dua orbital bonding dinamakan p1 dan p2, dan dua orbital anti bondingnya adalah p3* dan p4*. Energi relatif dari orbital baru, untuk transisi p -> p* yang baru mempunyai energi yang sangat rendah. Hal ini diakibatkan sebagai hasil konjugasi, oleh karena itu system ini menyerap cahaya dengan l yang besar (217 nm) dan juga akan menyerap pada l 220 nm untuk transisi, sedangkan penyerapan n -> p* adalah “forbidden
Tolong jelaskan sikloheksena yang berpindah ke tingkat tereksitasi!
BalasHapusKarena memerlukan energi terkecil bila sikloheksena berpindah ke tingkat tereksitasi dan elektron yang menempati satu orbital dengan energi terendah dapat berpindah ke orbital lain yang memiliki energi lebih tinggi jika menyerap energi, begitupun sebaliknya elektron dapatberpindah dari orbital yang memiliki energi lebih rendah jika melepaskan energi. Energi yang diterima atau diserap berupa radiasi elektromagnetik.
HapusBerdasarkan mekanika kuantum transisi elektronik yang dibolehkan atau tidak dibolehkan (terlarang) disebut kaidah seleksi. Berdasarkan kaidah seleksi, suatu transisi elektronik termasuk:
1. Transisi diperbolehkan bila nilai ε sebesar 103 sampai 106.
2. Transisi terlarang bila nilai ε sebesar 10-3 sampai 103.
Tolong jelaskan apa itu spektrum UV dan pembagiannya. Terima kasih
BalasHapusSpektrofotometri UV adalah (ultra violet)pektrofotometri UV-VIS
HapusSpektrofotometri ini merupakan gabungan antara spektrofotometri UV dan Visible. Menggunakan dua buah sumber cahaya berbeda, sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible. Meskipun untuk alat yang lebih canggih sudah menggunakan hanya satu sumber sinar sebagai sumber UV dan Vis, yaitu photodiode yang dilengkapi dengan monokromator.
Untuk sistem spektrofotometri, UV-Vis paling banyak tersedia dan paling populer digunakan. Kemudahan metode ini adalah dapat digunakan baik untuk sample berwarna juga untuk sample tak berwarna. Spektroskopi ultraviolet-visible atau spektrofotometri ultraviolet-visible (UV-Vis atau UV / Vis) melibatkan spektroskopi dari foton dalam daerah UV-terlihat. Ini berarti menggunakan cahaya dalam terlihat dan berdekatan (dekat ultraviolet (UV) dan dekat dengan inframerah (NIR)) kisaran. Penyerapan dalam rentang yang terlihat secara langsung mempengaruhi warna bahan kimia yang terlibat. Di wilayah ini dari spektrum elektromagnetik, molekul mengalami transisi elektronik. Teknik ini melengkapi fluoresensi spektroskopi, di fluoresensi berkaitan dengan transisi dari ground state ke eksited state.
Penyerapan sinar uv dan sinar tampak oleh molekul, melalui 3 proses yaitu :
a. Penyerapan oleh transisi electron ikatan dan electron anti ikatan.
b. Penyerapan oleh transisi electron d dan f dari molekul kompleks
c. Penyerapan oleh perpindahan muatan.
Interaksi antara energy cahaya dan molekul dapat digambarkan sbb :
E = hv
Dimana , E = energy (joule/second)
h = tetapan plank
v = frekuensi foton
Penyerapan sinar uv-vis dibatasi pada sejumlah gugus fungsional/gugus kromofor (gugus dengan ikatan tidak jenuh) yang mengandung electron valensi dengan tingkat eksitasi yang rendah. Dengan melibatkan 3 jenis electron yaitu : sigma, phi dan non bonding electron. Kromofor-kromofor organic seperti karbonil, alken, azo, nitrat dan karboksil mampu menyerap sinar ultraviolet dan sinar tampak. Panjang gelombang maksimalnya dapat berubah sesuai dengan pelarut yang digunakan. Auksokrom adalah gugus fungsional yang mempunyai elekron bebas, seperti hidroksil, metoksi dan amina. Terikatnya gugus auksokrom pada gugus kromofor akan
mengakibatkan pergeseran pita absorpsi menuju ke panjang gelombang yang lebih besar (bathokromik) yang disertai dengan peningkatan intensitas (hyperkromik).
Dari pengamatan neils bohr jelaskan mengapa alkali dan alkali tanah dapat memancarkan warna yang berbeda saat di bakar...
BalasHapusKarena pembakaran senyawa alkali dan alkali tanah pada nyala api menyebabkan unsur alkali tereaksitasi dengan memancarkan radiasi elekromagnetik sehingga memberikan warna nyala
BalasHapusJelaskan sejarah penemuan brogli hingga mencetus kan pernyataan nya tersebut?
BalasHapus